Tuesday, June 05, 2012

Titik balik


Belum lama nonton sebuah film yang berjudul "Butterfly Effect" sebuah film yang bagus dalam memberikan pelajaran dalam hidup. Aku gak akan membahas filmnya namun disini ada sedikit hubungannya dengan pengalaman yang sekarang aku rasakan.

Di film itu memperlihatkan bahwa apa yang kamu pilih dimasa sekarang akan menentukan hasil atau kondisi dimasa yang akan datang. Hahahahaha... kalau ingat ini aku keingat dengan pilihan ku untuk menjadi seseorang yang turut ambil bagian dalam prosesi yang mungkin aku bisa sebut jumat kelam atau bahkan buat orang yang merasakannya bisa disebut bla bla bla saga. Dan pilihan itu membawa pada aku sekarang ini.


Tuesday, May 29, 2012

Yang dibutuhkannya adalah perhatian

Tulisan ku ini bukan berangkat dari sepenggalan cerita yang aku karang dengan latar dan kejadian fiktif namun murni kisah nyata, bukan pula bersifat menggurui, namun lebih kearah bagaimana kita sebagai seorang lelaki lebih pandai dalam memahami wanita dan perasaannya.

"Wanita itu manusia terapuh didunia. Dia terlihat tegar tapi hatinya rapuh. Hargai lah perasaanya, berikan pundak mu untuk tempatnya menangis. Dengarkan keluhnya dengan begitu dia menjadi lebih tenang dan sabar dalam menghadapi kehidupan"

Friday, May 18, 2012

Kisah si baju Manado dan teman lainnya

Kisah ini bukan cerita fiktif yang melibatkan karakter ciptaan dari negeri khayalan, melainkan sebuah kisah tragis dan miris "si baju manado dan teman lainnya".

Kisah itu dimulai beberapa bulan yang lalu, si baju sebut saja manado, perawakan sedang, junkies, berwarna kulit biru bertampangkan sangar dengan dada bergambarkan ikan hiu. Lalu si celana pendek, sebut saja kolor, perawakan seksi, casual namun agak sedikit ketat dan juga berwarna biru.

Sungguh tragis kisah mereka, bukan salah si tuan,sang bapak , yang hendak "menjual" mereka melainkan takdir yang membawa si manado dan kolor untuk disambangi oleh si raksasa. Raksasa tokoh kejam, semena-mena, penindas kaum lemah, cerdik- tidak cerdas namun licik. Kalau dibayangkan oleh anak kecil, maka tokoh ini layaknya siluman jahat yang suka melahap mangsanya.