Wednesday, February 08, 2012
Innocent
Kali ini datang dari keponakan gua, lelucon bagi orang dewasa namun sebuah kepolosan bagi anak-anak.
Tibalah hari dimana keponakan gua pulang sekolah namun agak telat dijemput. alhasil ibalah sang guru yang notaben nya teman si ayahnya ponakan gw itu untuk nganterin ponakan gw pulang kerumah.
si guru: "ayo zacky bapak anter pulang"
PonakanGw: (mengangguk dan dengan polosnya balik bertanya) " em nanti bayar sepuluh ribu ya pak?"
Wakakak mendengar itu batin gw berbicara emangnya tukang ojek? Em gimana ya kira kira reaksi sang guru saat itu?
Dan percakapan berlanjut....
PonakanGw: "emang bapak tau rumah zacky dimana?"
Si guru: "ya taulah...."
PonakanGw:"em kalau rumah yang momong zacky tau nggak?
Si guru: (hanya bisa tersenyum manis) silahkan beropini sendiri....
Lucu ya, polosnya tidak dibuat buat. Tapi kalau aku pikir, si zacky itu ternyata malah bisa mikir selangkah kedepan, kok bisa? Sebenernya dia akan tau kalau dia hanya dianter sampe rumah, maka dia akan sendirian saja dirumah krna yg momong tidak tinggal serumah dan hanya ada si mbah yang momong ponakan lainnya. Makanya dia nanya kegurunya tau apa enggak rumah yang momongnya, biar skalian nganternya. Hum lucu....
Sunday, January 29, 2012
Kami sebut keluarga itu "Keluarga Su'uzan"
Hampir 13 tahun yang lalu kala seragam putih biru masih menempel ditubuh kurus itu, Seragam putih dengan celana biru pendek sepanjang 10 cm diatas lutut. "Wkwkwkwk jadi keinget si fuady kala itu dengan sepeda dan celana seksi nya. Hahahahaha...." kenangan itu masih saja tersimpan rapih di memori otak gw hingga sekarang.
Adalah Nisa, Lovie, dan Tia. Ya mereka temen satu geng gua kala itu. Dekat dan nyebelin. Kisah persahabatan kami dimulai disini...
Gw pun datang ke kelas itu. Kelas 3-6 dimana hari itu adalah hari pertama kami menjadi angkatan paling senior. Yo know what, bukan karena gw suka dengan tia atau ngefans berat, tapi karena jumlah kami para cowok ganjil menyebabkan gw cowok terakhir dikelas itu yang gak punya pasangan duduk sejenis. Alhasil terpilihlah tia dari satu-satunya kandidat yang ternyata setia menemani gua duduk sampai kami lulus. Singkat cerita duduklah kami berempat dengan formasi Nisa, Lovie dibaris satu dan gw sama tia dibaris kedua.
Adalah Nisa, Lovie, dan Tia. Ya mereka temen satu geng gua kala itu. Dekat dan nyebelin. Kisah persahabatan kami dimulai disini...
![]() |
| Anak gua |
Gw pun datang ke kelas itu. Kelas 3-6 dimana hari itu adalah hari pertama kami menjadi angkatan paling senior. Yo know what, bukan karena gw suka dengan tia atau ngefans berat, tapi karena jumlah kami para cowok ganjil menyebabkan gw cowok terakhir dikelas itu yang gak punya pasangan duduk sejenis. Alhasil terpilihlah tia dari satu-satunya kandidat yang ternyata setia menemani gua duduk sampai kami lulus. Singkat cerita duduklah kami berempat dengan formasi Nisa, Lovie dibaris satu dan gw sama tia dibaris kedua.
Monday, January 16, 2012
Kacamata seorang sahabat
Pernah ada yang ngomong ke gua bahwa sahabat itu harus dipilih, artinya kita harus bisa memilih kepada siapa kita cerita, dengan siapa kita jalan, dengan siapa kita akan jauh lebih dekat. Kalau dipikir ada benernya juga sih. Gak mungkin kan kita tiba tiba cerita ke orang yg gk asik alias tukang bocorin rahasia atau alias gk bisa dipercaya. Hehehe, lucu juga.
Somehow jadi teringat soal tulisan seorang sahabat wanita kala smp dulu yang masih tersimpan rapih hingga kini. "...friend is someone to strengthen you up when you're down..." selalu teringat tulisan itu dan menyadari bahwa disebelah gua selalu aja ada orang orang yg menyemangati gua dikala bimbang atau terpuruk, ya mereka sahabat sahabat gw yg hingga kini cukup peduli soal siapa pendamping hidup gw kelak.
Somehow jadi teringat soal tulisan seorang sahabat wanita kala smp dulu yang masih tersimpan rapih hingga kini. "...friend is someone to strengthen you up when you're down..." selalu teringat tulisan itu dan menyadari bahwa disebelah gua selalu aja ada orang orang yg menyemangati gua dikala bimbang atau terpuruk, ya mereka sahabat sahabat gw yg hingga kini cukup peduli soal siapa pendamping hidup gw kelak.
Subscribe to:
Posts (Atom)
